DISKUK JABAR GAGAS SATGAS GEBRAK RENTENIR

DISKUK JABAR GAGAS SATGAS GEBRAK RENTENIR

BANDUNG– Dinas Koperasi dan Usaha Koperasi Provinsi Jawa Barat mengagas pembentukan Satuan Tugas Gerakan Berantas Rentenir Melalui Koperasi (Satgas Gebrak). Keberadaan satgas ini diharapkan akan meminimalisir langkah rentenir, rentenir berkedok koperasi atau bank emok, pinjam online yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat.

“Praktek rentenir atau bank emok sudah meresahkan masyarakat. Sampai ada orang dibuat malu hanya karena pinjaman Rp 800.000 di online. Namun berbunga terus jadi hutang membengkak. Ketika macet semua kontak di hp dikirimi pesan yang menjatuhkan si peminjam,” kata Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Kusmana Hartadji, pada rapat pembentukan Satgas Gebrak di RR Iyan Muchtar, Bandung, Selasa (21/1).

Menurutnya, kehadiran satgas itu sebagai upaya masyarakat dan pemerintah untum mencegah, mengedukasi dan melakukan pendampingan kepada masyarakat. Koperasi memiliki kedudukan strategis dalam memajukan ekonomi masyarakat. Harus ada upaya penanganan khusus serta advokasi dan pendampingan kepada masyarakat tentang dampak rentenir.

Visi Satgas Gebrak Rentenir Jabar yakni terwujudnya Jawa Barat Bebas dari rentenir dengan kolaborasi. Misinya pertama mewujudkan Jabar bebas rentenir melalui koperasi. Kedua, menjadikan gerakan masyarakat dalam menghadapi rentenir. Ketiga, melakukan pendampingan pelatihan kepada koperasi. Keempat memberikan edukasi perkoperasian kepada masyarakat dan kelima meningkatkan daya beli masyarakat melalui koperasi.

“Tugas Satgas Gebrak akan melakukan sosialisasi, edukasi, advokasi, melaporkan dan kolaborasi dalam menyelesaikan kasus rentenir. Kita akan melibatkan koperasi, dinas, unsur masyarakat, tokoh agama, lembaga keuangan perbankan hingga baznas dalam menyelesaikan atau membantu masyarakat yang terlibat rentenir,” katanya.

Satgas Gebrak Dinas KUK Jawa Barat akan melibatkan koperasi untuk men-take over masyarakat yang terjerat rentenir, pinjaman online, bank emok. Pendekatan penanganan masalah akan melalui beberapa pendekatan mulai edukasi, pemberdayaan, gerakan sosial masyarakat hingga advokasi.

Untuk pendekatan advokasi yang akan dilakukan mulai mengajukan penghapusan bunga, mengajukan potongan hutang pokok, memberhentikan pembayaran jika pengajuan tidak diterima, membuat laporan polisi jika terjadi tindak pidana serta monitoring terhadap korban yang telah dibantu.

“Tahap awal kita akan membentuk dan menyusun SDM Satgas. Selanjutnya kita akan melakukan pilot project untuk daerah tertentu untuk menanganan rentenir di derah tertentu. Kita akan kerjasama dengan koperasi, lembaga perbankan dan Baznas Jabar untuk solusi atau penanganan kasus,” katanya.

Sementara Merdi Hajiji, salah satu pendamping Koperasi dan UKM mengatakan, satgas akan melibatkan berbadagai stakeholder seperti pendamping, volunteer koperasi dalam melakukan edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat secara sehat dan ideal.

“Kita akan mendorong masyarakat untuk berkoperasi atau menjadi anggota koperasi yang benar-benar menjalankan organisasinya sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi,” paparnya. (ade)




18
Okt
2021

Translate »