Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penghargaan Tokoh koperasi berprestasi

Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penghargaan Tokoh koperasi berprestasi

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Drs. Kusmana Hartadji, MM mengatakan, walaupun untuk tahun 2021 Kementerian KUKM RI tidak melaksanakan Penghargaan Tokoh/ Koperasi Berprestasi namun melalui Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penghargaan Tokoh/ koperasi berprestasi yang digelar Dinas KUK Jawa Barat di Bandung, Selasa (9/3) berharap, perangkat daerah Dinas KUKM kabupate / kota di Jabar dalam mengusulkan tokoh/ koperasi berprestasi harus hati-hati serta melakukan verifikasi lapangan terhadap koperasi yang diusulkan.

“Hati-hati dalam pengusulan tokoh dan koperasi yang berprestasi. Jangan sampai koperasi bermasalah diusulkan menjadi koperasi berprestasi. Sebab, saya sebagai Kadis KUK Provinsi menandatangani surat pernyataan yang menyatakan koperasi tersebut layak mendapatkan prestasi. Ketika ada masalah, saya yang menandatangani harus bertanggung jawab dan ikut diperiksa saat terjadi masalah,” katanya.

Pada kesempatan ini, Tutus menjelaskan, koperasi menjadi bagian penting dalam perekonomian terutama untuk menciptakan kesejahteraan koperasi. Sekarang ini, banyak masyarakat yang mengusulkan koperasi dan minta perubahan izin usaha koperasi terutama Koperasi Simpan Pinjam yang ingin balik jadi koperasi konsumen.

“Kenapa karena KSP tidak boleh melayani non anggota, aturannya. Peralihan jenis usaha koperasi ini boleh sepanjang AD/ ART nya dirubah dan disahkan lagi,” jelasnya.

Tutus pun menjelaskan, pada pandemi Covid 19 banyak pihak merasakan ekonomi berbagi. Kita kembali ke ekonomi berbagi bukan ekonomi konglomerasi. Dengan pandemi ini terasa bahwa koperasi paling cocok dalam perekonomian saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.




22
Jun
2021

Translate »