Sumedang — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Program Tenaga Pendamping dan Pendataan Koperasi, Jumat (17/10/2025) di Ikopin University, Jatinangor. Kegiatan ini dihadiri oleh 218 pendamping koperasi dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta perwakilan koperasi binaan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa semangat kebangkitan ekonomi harus dimulai dari masyarakat, melalui koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan.

“Kebangkitan ekonomi harus dari rakyat, karena koperasi itu milik anggota, milik masyarakat. Dengan adanya 218 pendamping koperasi ini, ke depan di 2026 kita bisa push koperasi Jawa Barat lebih bangkit,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya data dan pendampingan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

“Catatan dari teman-teman pendamping di lapangan menjadi amunisi bagi kami untuk membuat kebijakan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Ikopin University menilai peran pendamping sangat penting sebagai katalis dan penggerak koperasi-koperasi di Jawa Barat.

“Perlu inovasi dalam pengembangan koperasi agar kontribusinya semakin besar terhadap pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Melalui program ini, diharapkan tenaga pendamping mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan koperasi, memastikan tata kelola yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan pada pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang. (NZ)