Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Studi referensi terkait Optimalisasi program Pembiayaan bagi UMKM di Jabar  dengan mengunjungi e Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat pada Selasa-Rabu, 26-27 Maret 2024.

Rombongan diterima Sekretaris Dinas KUK Jabar, Tatang Suryana didampingi Kepala BUK, Ucup Yusuf beserta Jajaran. Rombongan DPRD Provinsi Babel juga akan melakukan Peninjauan  ke UMKM penerima KUR di Bandung. Pada kesempatan ini pula rombongan berdiskusi terkait program Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Rombongan sangat tertarik dengan program yang mendapatkan Top 45 inovasi pelayanan public dari Kemenpan RB pada tahun 2022.

Program Kredit Mesra adalah program kredit tanpa bunga dan agunan hasil kerja sama antara Pemprov Jabar dengan Lembaga Keuangan/ Perbankan yakni bank BJB. Program tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap akses permodalan, memudahkan masyarakat mendapatkan pembiayaan mikro, mengurangi angka pengangguran, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi selaras dengan keimanan.

Masyarakat kurang mampu sangat membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kualitas hidup tanpa terlilit jeratan rentenir. Program ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial di masyarakat khususnya daerah yang minim akan akses pembiayaan. Dipilihnya rumah ibadah sebagai tempat penyaluran karena untuk meningkatkan keimanan dan memudahkan akses.

Program unggulan yang diluncurkan sejak November 2018 tersebut menawarkan pinjaman dengan plafon Rp500.000 hingga Rp5 juta pada perseorangan berbentuk kelompok dengan pola tanggung renteng, dengan kelompok berjumlah minimal lima orang dan maksimal 10 orang.

Pelaksanaan program BJB Mesra ini menurutnya sengaja dilakukan di tempat ibadah. Selain untuk meningkatkan keimanan umat, hal ini sebagai upaya pemerintah untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan mikro. Masyarakat cukup datang ke masjid atau tempat ibadah terdekat.

Kredit Mesra BJB sengaja dirancang dengan segala macam kemudahan yang ditawarkan. Pembiayaan ini disalurkan tanpa agunan sehingga masyarakat tak terbebani. DIluncurkan di Bogor pertama kali, kini program tersebut sudah merambah ke sejumlah wilayah, salah satunya Provinsi Bali, Medan. (ade)