BANDUNG,- Tantangan yang dihadapi koperasi ke depan sebagai besar. Koperasi diharapkan mampu mengoptimalkan dan mengelola sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu koperasi juga harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan skala usaha serta menjalin kemitraan usaha dalam pengembangan bisnis koperasi.
“Digitalisasi koperasi menjadi sebuah keniscayaan karena hal ini untuk menjawab tantangan persaingan kedepan yang begitu pesat,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, Ketika membuka Workshop Digitalisasi Koperasi dengan tema “Strategi Onboarding Produk Koperasi pada Pasar Digital, Hotel Gumilang Regency, Kamis (6/6).
Dengan digitalisasi diharapkan produk koperasi dapat bersaing di seluruh wilayah Indonesia bahkan di pasar global. Tentunya ini adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS dan di tahun 2025 diprediksi sebesar 125 milyar dolar AS.
Jika seluruh koperasi yang ada di Jabar dapat memanfaatkan digitalisasi, dengan pasar digital yang begitu besar tentu akan menjadi nilai yang sangat luar biasa. Digitalisasi koperasi memungkinkan koperasi menjadi modern dan diakui setara dengan lembaga-lembaga lainnya yang sudah maju dan mampu merekrut kaum milenial.
Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya koperasi tidak bisa bekerja sendirian namun perlu kolaborasi antar pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media perlu terus dikembangkan dan semakin sinergis untuk mendorong koperasi memasuki ekosistem digital.
“Kita berharap koperasi terus tumbuh agar dapat memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, membuka lapangan kerja, serta menghadirkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Semoga allah swt senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuknya kepada kita semua, sehingga seluruh pengabdian kita senantiasa bernilai ibadah serta menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya demi tercapainya indonesia yang maju dan sejahtera untuk kita semua,” jelasnya.
Digitalisasi dapat memberikan berbagai manfaat bagi koperasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan serta layanan yang dapat ditawarkan. Digitalisasi memungkinkan otomatisasi berbagai proses administrasi dan operasional, seperti pencatatan transaksi, pengelolaan anggota, dan pelaporan keuangan.
Adanya, digitalisasi, biaya administrasi dan operasional dapat ditekan karena berkurangnya penggunaan kertas dan kebutuhan untuk ruang fisik penyimpanan dokumen. Digitalisasi anggota koperasi dapat mengakses layanan kapan saja dan dari mana saja melalui platform digital, seperti aplikasi mobile atau situs web. Transparansi Informasi, anggota dapat dengan mudah mengakses informasi tentang status keanggotaan, transaksi, dan laporan keuangan secara real-time. (ade*)