Bandung,-Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Usaha Koperasi bertajuk “Strategi Peningkatan Usaha Koperasi melalui Penguatan Kapasitas, Kolaborasi, dan Digitalisasi” yang dilaksanakan di Ruang Publik Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (17/9).
Acara dibuka Sekretaris Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana diikuti oleh perwakilan koperasi, akademisi, pelaku usaha, serta perbankan sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.
Tatang menegaskan, koperasi harus adaptif terhadap perubahan zaman. “Koperasi perlu memperkuat kapasitas pengelola, membangun kolaborasi yang lebih luas, serta memanfaatkan digitalisasi sebagai instrumen pengembangan usaha. Ketiga aspek ini menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing,” ujarnya.
FGD ini membahas beberapa isu strategis, di antaranya, penguatan kapasitas, peningkatan kompetensi sumber daya manusia koperasi melalui pelatihan manajerial, literasi keuangan, serta tata kelola yang baik. Kolaborasi menndorong sinergi antar-koperasi, dunia usaha, dan pemerintah agar tercipta ekosistem bisnis yang lebih kokoh. Digitalisasi, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, pencatatan keuangan, hingga layanan anggota untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Selain diskusi panel, kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari koperasi yang berhasil melakukan transformasi digital. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain dalam melakukan inovasi.
Dari hasil diskusi, disepakati bahwa strategi peningkatan usaha koperasi bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam pengelolaan koperasi yang berkualitas. SDM koperasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga penguatan kapasitas dan era digitalisasi dapat berjalan beriringan.
Koperasi didorong untuk membangun kemitraan strategis yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Sinergi antara koperasi yang sudah maju dengan koperasi yang sedang berkembang menjadi modal penting. Pemanfaatan big data juga perlu ditingkatkan untuk memperluas kolaborasi, dengan tetap berpegang pada prinsip etika usaha.
Transformasi digital menjadi instrumen penting dalam memperluas pasar koperasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi, sekaligus mendorong koperasi naik kelas (level up) dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Melalui FGD ini, diharapkan koperasi di Jawa Barat dapat semakin adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu meningkatkan daya saingnya. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah strategis tersebut melalui program pembinaan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem koperasi. (de)