BANDUNG – Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif KemenP2MI, Sukarman, S.Si, M.Sc, M.Ec., Dev bersama timnya berkunjung ke kantor Migimo, startup binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong inovasi kewirausahaan berbasis kebutuhan Pekerja Migran Indonesia.
Migimo atau Migrant Mobile lahir dari kegelisahan seorang Purna PMI Jepang yang mengembangkan usahanya di Jawa Barat. Startup ini mengusung konsep Economic Sharing Remittance, sebuah inovasi yang memungkinkan manfaat ekonomi remitansi dibagikan kembali kepada PMI sebagai penggerak utama devisa negara.
Rombongan KemenP2MI diterima langsung oleh Tata Sugiarta, Founder & CEO Migimo, didampingi Teguh Ari Prianto, Minda Patriah, dan Dedi Sihabudin. Pertemuan membahas penguatan inovasi remitansi dan pengembangan usaha produktif berbasis koperasi.
"Inovasi seperti Migimo sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, agar Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dilindungi, tetapi juga diberdayakan secara ekonomi. PMI harus naik kelas—menjadi pelaku usaha dan bagian dari sistem ekonomi yang berkeadilan," ujar Sukarman.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Air Minum Ideal, unit usaha dalam ekosistem Migimo yang dirancang dapat dimiliki PMI melalui skema penyertaan modal koperasi. Model ini memungkinkan PMI membangun aset dan usaha produktif di daerah asal tanpa meninggalkan pekerjaan di luar negeri.
Migimo mengusung visi "Connecting Dreams" untuk menghubungkan PMI di 86 negara penempatan dan mengembalikan keuntungan remitansi kepada 5 juta Pahlawan Devisa Indonesia. DISKUK Jawa Barat melihat Migimo sebagai contoh konkret bagaimana ekosistem daerah mampu melahirkan inovasi berdampak nasional dan global, sekaligus memperkuat peran koperasi dan startup sebagai pilar ekonomi kerakyatan modern. (nz)