Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cileunyi Wetan membuktikan diri sebagai koperasi rintisan yang mampu melaju pesat dalam waktu singkat. Sejak disahkan sebagai badan hukum pada 26 Mei 2025, koperasi ini telah menunjukkan capaian yang luar biasa baik dari segi kelembagaan, usaha, hingga kerja sama kemitraan.
Dedi Nurendi Ketua KDMP Cileunyi Wetan mengatakan, dengan semangat kolektif dan visi membangun ekonomi kerakyatan berbasis desa, KDMP Cileunyi Wetan saat ini telah mengelola berbagai unit usaha strategis seperti gerai sembako, layanan logistik, gerai apotek, gerai Unit Simpan Pinjam, gerai pergudangan untuk LPG dan Pupuk. Usaha gerai sembako mereka bekerja sama dengan BUMDes Berkah Abadi, untuk menjangkau kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah.
Gerai sembako menjadi tulang punggung utama koperasi ini, dengan lebih dari 1.200 item produk, sistem layanan antar jemput, laporan berbasis digital, dan harga bersaing. Koperasi ini juga melayani transaksi tunai dan kredit, menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam menjawab kebutuhan anggotanya.
Dengan visi menjadi unit kerja handal untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, KDMP Cileunyi Wetan memiliki visi pertama pelayanan profesional, kedua pengembangan usaha dengan berbagai potensi. Ketiga, Kerjasama dan kolaborasi ekonomi dengan berbagai pihak, keempat fasilitas kebutuhan anggota dan kelima solusi terbaik untuk kesejahteraan anggota.
Dalam hal permodalan, koperasi ini berhasil menghimpun modal sebesar Rp 825 juta, yang terdiri dari simpanan anggota dan pinjaman koperasi mitra, termasuk hibah Rp 15 juta dari Koperasi Citra Mandiri Jawa Barat. Tidak hanya itu, KDMP ini juga telah membukukan omset kemitraan hampir Rp 4 miliar melalui kerja sama dengan koperasi-koperasi lain di wilayah Bandung seperti Koperasi Cibuni Ciwidey, Koperasi Kopimbi Jatiendah, hingga Koperasi RSUD Majalaya.
Kinerja keuangan KDMP Cileunyi Wetan pun cukup sehat. Laporan posisi per 31 Desember 2024 mencatat total aset sebesar Rp924 juta dengan sektor dominan dari persediaan barang dagangan dan aktiva tetap. Hal ini menunjukkan kapasitas koperasi dalam mengelola usaha berbasis retail dan logistik secara profesional.
Dedi menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif dari pengurus, anggota, dan mitra. “Kami percaya bahwa koperasi adalah jalan tengah antara nilai sosial dan daya saing ekonomi. Kami masih muda, tapi kami punya semangat untuk menjadi pusat pelayanan ekonomi warga desa,” ujarnya.
Kedepannya, koperasi ini menargetkan peningkatan omset sebesar 20% melalui perluasan pasar di titik strategis seperti Pasar Rancaekek dan Cicalengka, serta menjalin kolaborasi lebih luas dengan koperasi produsen dan lembaga pangan nasional seperti BULOG.
Dengan langkah cepat, kolaborasi luas, dan manajemen modern, KDMP Cileunyi Wetan menjadi contoh nyata koperasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman dan membangun masa depan ekonomi kerakyatan dari desa. KDMP Cileunyi Wetan menjadi salah satu role model koperasi desa yang adaptif, transparan, dan siap menjadi garda depan ekonomi kerakyatan modern. (de)