Bandung- Bupati Bandung menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sangat bagus terutama dalam mengembangkan ekonomi pedesaan. Untuk itu, salah satu bentuk dukungan terhadap KDMP, Kabupaten Bandung mengratiskan pembuatan akta bagi 270  KDMP di Kabupaten Bandung.

"Saya ingin kopdes di Kabupaten Bandung menjadi terbaik secara nasional. Untuk itu, saya akan langsung mengawasi kopdes di Kab Bandung dengan cara akan melakukan kunjungan ke kopdes-kopdes. Kehadiran kopdes tidak saja memberikan nilai manfaat bagi anggota yakni masyarakat, juga bagi desa ada deviden," tutur Dadang Supriatna, Bupati Bandung pada Peluncuran Kelembagaan KDMP oleh Presiden RI, di Aula Desa Cileunyi Wetan, Senin (21/7).

Ia mengatakan, di Kabupaten Bandung ada 2 (dua) mock up atau koperasi percontohan yakni KDMP Cileunyi Wetan dan KDMP Cangkuang Wetan. Kedua KDMP ini menjadi contoh bagi KDMP lainnya yang ada di Kabupaten Bandung. 

"Bila sudah seperti KDMP Cileunyi Wetan dan Cangkuang Wetan akan banyak di support oleh BUMN-BUMN. Permodalan akan ada pinjaman hingga Rp 5 miliar untuk pengembangan usahanya. Untuk seperti mereka, maka para KDMP di Kab. Bandung menunjukan kinerja usaha yang bagus. Kades harus inovatif dan kecerdasan untuk menciptakan berbagai peluang usaha sesuai dengan potensi desa yang dimiliki," jelasnya.

Koperasi harus menyiapkan usaha yang jelas dan menguntungkan untuk mendapatkan pinjaman dari bank himbara tadi. Bila tidak siap dan uang tidak bisa kembali, maka dana desa akan menjadi jaminan.

"Dana desa jadi jaminan kalau pinjaman macet. Untuk itu, sebagai modal Kopdes jangan hanya bergantung pada pinjaman himbara. Bagaimana kopdes bisa mengumpulkan modal dari simpanan anggota. Saya akan menjadi anggota di KDMP yang ada di Kab Bandung. Tapi KDMP nya harus bagus usahanya, nanti saya akan titipkan uang saya untuk modal usaha koperasi. Selain itu, saya akan mendorong ASN di kab Bandung untuk menjadi anggota Kopdes agar permodalannya tidak bergantung dari pinjaman," tuturnya.

Selain itu, pemkab Bandung berkomitmen untuk melaksanakan Bimtek bagi pengurus KDMP yang ada di Kab Bandung. Kita juga mendorong desa-desa membuat peraturan desa terkait permodalan dan pengembangan usaha koperasi desa.

Banyak peluang emas untuk koperasi dan tiap desa punya potensi untuk dikerjasamakan antar desa. Ia juga menekankan kunci suksesnya kopdes yakni kades harus membuka diri dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Pada kesempatan ini dilaksanakan penyerahan bantuan mobil untuk operasional usaha KDMP Cileunyi Wetan oleh Bank BRI dan penandatanganan MoU KDMP Cileunyi Wetan dengan Bank BRI untuk bantuan permodalan pengembangan usaha Kopdes. 

Selanjutnya Bupati mengikuti peluncuran kelembagaan KDMP oleh Presiden RI secara hybrid di lokasi yang sama. (de)