Bandung - Komitmen untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian di Jawa Barat kembali mendapat angin segar. Pada Rabu, 10 Juli 2025, bertempat di Ruang Bung Hatta, Lantai 3 Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, secara resmi diluncurkan Koperasi Baraya Sinergi Sejahtera (BASIS).
Peluncuran ini ditandai dengan sambutan dan peresmian oleh Dr. Daniar Ahmad Nurdianto, S.E., M.Si, selaku Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi mewakili Diskuk Jabar. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat dan inisiatif para pendiri koperasi yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam mendorong koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
“Saya ucapkan selamat atas pendirian Koperasi BASIS. Semoga koperasi ini bisa menjadi salah satu institusi yang memberikan daya ungkit terhadap perekonomian Jawa Barat,” ujarnya.
Daniar juga menegaskan kesiapan Diskuk Jabar untuk terus membangun ekosistem koperasi yang inklusif, profesional, dan berbasis kolaborasi.
“Kami menyambut baik Koperasi BASIS untuk bersinergi bersama ekosistem koperasi yang ada di Jawa Barat,” tambahnya.
Ketua Koperasi BASIS, Yesi Wirahma, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa koperasi ini lahir dari kebutuhan bersama para pelaku usaha, khususnya di sektor pertanian, untuk memiliki wadah ekonomi yang adil, transparan, dan berdampak luas.
“Usaha saya bergerak di bidang pertanian. Kami ingin mendirikan koperasi yang merangkul petani dan UMKM,” ujar Yesi.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong dalam tata kelola koperasi.
“Melalui koperasi ini kita belajar mengelola usaha secara transparan, jujur, dan bertanggung jawab. Harapan saya, koperasi ini bisa memberi manfaat nyata bagi semua anggota dan menumbuhkan semangat gotong royong,” tambahnya.
Peluncuran Koperasi BASIS turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Junico Siahaan, selaku Ketua Dewan Pengawas Koperasi, serta perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Bandung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol dukungan terhadap pertumbuhan koperasi baru yang diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi berbasis kerakyatan di Jawa Barat. (NZ)