BANDUNG - Sebanyak 50 koperasi tingkat Provinsi Jawa Barat mengikuti Workshop Digitalisasi Koperasi dengan tema “Implementasi Digitalisasi Koperasi” yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat di Ruang Layanan Publik Dinas KUK Jawa Barat, pada Kamis (19/6).
Acara dibuka Plh Bidang Pemberdayaan Koperasi (BPK) Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Ravi Wisesha merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong koperasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjawab tantangan era ekonomi digital. Workshop ini menghadirkan narasumber Aceng Arif Qudsi, PT USSI Solusi Bisnis dan James Martua Purba, PT Sakti Kinerja Kolabirasindo.
Menurut Ravi, digitalisasi koperasi merupakan bagian penting dari reformasi koperasi menuju tata kelola yang modern, transparan, dan berbasis data. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan sistem digital, koperasi dapat memperkuat akuntabilitas, memperluas jangkauan layanan kepada anggota, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap koperasi,” ujarnya.
Materi yang disampaikan diantaranya ekosistem koperasi 4.0, sistem informasi manajemen koperasi berbasis digital, pemanfaatan aplikasi kasir koperasi dan pencatatan simpan pinjam digital serta pengenalan dashboard laporan keuangan koperasi secara daring. Selain sesi pemaparan, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung (hands-on) menggunakan aplikasi koperasi digital, mulai dari registrasi anggota, pencatatan transaksi harian, hingga pelaporan secara otomatis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan koperasi-koperasi yang hadir dapat mulai menerapkan sistem digital secara bertahap dan konsisten, serta berkolaborasi dengan pihak-pihak penyedia teknologi koperasi.
Sementara James, pada kesempatan ini menjelaskan ekosistem koperasi 4.0. konsep koperasi 4.0 adalah konesep modernsasi koperasi yang mengintegrasikan teknologi digital dalam seluruh proses bisnis dan tata Kelola koperasi.
“Konsep ini selaras dengan perkembangan revolusi industry 4.0, yang ditandai dengan pemanfaatan IT, internet of things (IoT), big data, cloud computing dan kecerdasan buatan (AI). Ekosistem ini tidak hanya mendorong efisiensi internal koperasi, tapi juga membuka peluang lebih besar dalam membangun koperasi sebagai pilar ekonomi digital rakyat,” katanya. (de)