JAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong pertumbuhan wirausaha muslim muda sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus memperkecil kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Ketua Harian Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, tingkat literasi keuangan syariah saat ini telah mencapai 43 persen, sementara tingkat inklusinya baru 13,24 persen.

"Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan syariah. Bank dan asuransi syariah di Indonesia sudah luar biasa berkembang, tetapi debitur pengusaha muslimnya masih belum banyak," ujar Ferry dalam acara puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Untuk menjawab tantangan tersebut, MES akan berfokus pada langkah konkret di lapangan. Sementara tugas pengkajian ekonomi syariah akan diperkuat melalui peran Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

"Kami sepakat tugas MES tidak lagi mengkaji. Tugas MES adalah mendorong tumbuhnya wirausaha muslim muda sebagai pengguna utama dari ekosistem keuangan syariah yang ada di Indonesia," tegasnya.

Langkah tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), antara lain melalui pendampingan, inkubasi, akses pembiayaan, serta program pemagangan bersama praktisi senior.

Kementerian Koperasi menyiapkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mendukung permodalan usaha, sedangkan MES akan membuka akses pembiayaan melalui jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Kita harus berubah dari masyarakat konsumen menjadi masyarakat produsen. Jadikan momentum ISFO 2026 ini untuk membangun generasi muda yang mampu mengubah pengetahuan menjadi inovasi dan usaha produktif," ucap Ferry.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Kepala Eksekutif Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB yang juga Sekretaris Jenderal PP MES Ari Permana.(zn)