Migimo, sebuah organisasi yang berfokus pada Pekerja Migran Indonesia (PMI), menggelar audiensi dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat pada Selasa, 28 April 2026. Acara ini dirancang untuk membahas strategi pengembangan organisasi, dengan penekanan khusus pada penguatan model Economic Sharing Remittance dan Remote Business Ownership bagi PMI.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Jalan Soekarno-Hatta No. 705, Kota Bandung, diawali dengan sesi audiensi. Sesi ini bertujuan untuk menyampaikan visi dan model inovatif yang dikembangkan Migimo kepada perwakilan pemerintah daerah. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan RAT yang berfungsi sebagai forum evaluasi dan pengambilan keputusan internal organisasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pengurus inti Migimo, termasuk Ketua Tata Sugiarta, Sekretaris Dadan Syarifudin, dan Bendahara Teguh Ari Prianto. Tim pengawas Migimo juga turut hadir, diwakili oleh Minda Patriah, Ati Komariah, dan Sari Mulyani.
Dari Diskuk Provinsi Jawa Barat, audiensi dihadiri oleh Ibu Ema dari Bidang Pemberdayaan Ekonomi, serta Ibu Isma dan Ibu Hanipah dari Bidang Pengawasan dan Kelembagaan. Kehadiran perwakilan Diskuk ini menandai pentingnya koordinasi antara Migimo dan pemerintah daerah dalam memperkuat organisasi berbasis komunitas.
Dalam sesi audiensi, Migimo memaparkan secara rinci pengembangan model Economic Sharing Remittance. Pendekatan ini mengarahkan aliran remitansi yang dikirimkan oleh PMI agar tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan dialihkan ke sektor produktif melalui skema yang dikelola secara kolektif oleh komunitas. Model ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan.
Selain itu, Migimo juga memperkenalkan konsep Remote Business Ownership. Konsep ini memungkinkan para PMI untuk memiliki dan mengelola usaha di Indonesia tanpa harus kembali ke tanah air. Sistem yang dirancang terintegrasi ini memungkinkan kontrol penuh dari jarak jauh, sehingga para PMI tetap dapat memantau perkembangan bisnis mereka.
Setelah sesi audiensi, dilanjutkan dengan penyelenggaraan RAT. Forum ini menjadi sarana penting untuk penyampaian laporan kinerja tahunan Migimo, mencakup pengelolaan keuangan dan realisasi program-program yang telah dijalankan. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan bahwa strategi yang diterapkan tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan para anggota.
Pem Français, penguatan kedua model inovatif ini menjadi agenda utama dalam pembahasan RAT. Hal ini merupakan respons langsung terhadap tantangan ekonomi yang kerap dihadapi oleh PMI, terutama terkait keterbatasan akses terhadap peluang usaha yang produktif.
Secara lebih luas, pendekatan yang dikembangkan Migimo dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inklusi ekonomi serta mengoptimalkan potensi remitansi nasional. PMI memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi aktif apabila didukung oleh sistem dan program yang memadai.
Penyelenggaraan audiensi dan RAT ini juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi Migimo. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan anggota serta memastikan keberlanjutan program-program yang dijalankan.
Ke depannya, Migimo menargetkan agar implementasi model Economic Sharing Remittance dan Remote Business Ownership dapat diperluas jangkauannya. Sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah diharapkan dapat lebih memperkokoh ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan para PMI. (*mgm)