BANDUNG – Migimo, startup teknologi berbasis koperasi binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, tampil sebagai peserta pameran dalam Garuda Spark Up West Java 2026. Acara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Radya Labs ini berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub BLOCK71 Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Keikutsertaan Migimo menjadi bukti bahwa koperasi digital Jawa Barat sudah mampu bersaing di ekosistem startup nasional.
Migimo adalah platform teknologi berbasis koperasi yang fokus pada solusi ekonomi digital untuk Pekerja Migran Indonesia. Didirikan oleh Tata Sugiarta, purna migran penempatan Jepang dan Ketua PMI Nasional untuk Jawa Barat, Migimo menawarkan dua solusi utama:
Economic Sharing Remittance – sistem pengiriman uang yang mengembalikan keuntungan transaksi kepada PMI, bukan kepada lembaga perantara.
Remote Business Ownership – sistem yang memungkinkan PMI memiliki dan mengelola unit usaha di Indonesia meski masih bekerja di luar negeri.
Dalam acara tersebut, tim Migimo diwakili oleh Teguh Ari Prianto (CFO) dan Dadan Syarifudin (CAO).
"Kami menyambut baik kemitraan dan ruang kolaborasi yang dibuka melalui Garuda Spark Up West Java 2026. Ini menjadi momentum penting bagi Migimo untuk berbagi inovasi sekaligus belajar dari ekosistem yang lebih besar," ujar Dadan.
Migimo telah mencatat sejumlah pencapaian, di antaranya:
- Aplikasi tersedia di Google Play Store dengan rating 4,8 bintang dan lebih dari 100 pengguna dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat
- Gross Transaction Value mencapai Rp 185 juta dengan pertumbuhan volume transaksi melonjak 4 kali lipat dalam satu bulan
- Top 7 di Startup Lab Jakarta
- Best Impact & Sustainability di ICEFF 2025
- Telah melakukan audiensi dengan 6 pejabat KemenP2MI
- Hak Cipta dan Merek terdaftar resmi di DJKI
Kehadiran Migimo di Garuda Spark Up West Java 2026 sejalan dengan visi Diskuk Jawa Barat dalam mendorong pertumbuhan koperasi berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi komunitas PMI yang selama ini belum terlayani optimal oleh ekosistem keuangan konvensional.