BOGOR – Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada Senin, 21 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi desa melalui koperasi modern yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan, sekaligus meneguhkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Peluncuran dilakukan secara hybrid dan serentak di seluruh provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. Untuk Provinsi Jawa Barat, peluncuran dipusatkan di KDMP Hambalang, Kabupaten Bogor, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Hadir dalam acara ini Bupati Bogor, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ibu Yuke Mauliani Septina, pimpinan perangkat daerah Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda, para camat, kepala desa, serta pegiat koperasi dari seluruh Kabupaten Bogor.
Dalam laporannya, Gubernur menyampaikan bahwa 30 Juni 2025, Jawa Barat telah berhasil membentuk 5.957 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang terdiri atas 5.932 koperasi baru, 23 koperasi pengembangan, dan 2 koperasi hasil revitalisasi. Seluruh koperasi tersebut telah memiliki badan hukum dan siap beroperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal di wilayahnya masing-masing.
“Alhamdulillah, per hari ini kita meluncurkan secara nasional koperasi-koperasi yang telah terbentuk. Jawa Barat sendiri menampilkan 10 koperasi sebagai mock-up atau koperasi percontohan, yang tersebar di tujuh kabupaten/kota,” ujar Kang Dedi.
Adapun kesepuluh koperasi percontohan tersebut adalah:
1. KDMP Hambalang (Kabupaten Bogor)
2. KDMP Kedungwaringin (Kabupaten Bekasi)
3. KDMP Lambangsari (Kabupaten Bekasi)
4. KKMP Jatimakmur (Kota Bekasi)
5. KKMP Mampang (Kota Depom)
6. KKMP Sukamaju (Kota Depok)
7. KDMP Cileunyi Wetan (Kabupaten Bandung)
8. KDMP Cangkuang Wetan (Kabupaten Bandung)
9. KDMP Mekarwangi (Kabupaten Cianjur)
10. KDMP Mekarjaya (Kabupaten Sumedang)
Peluncuran KDMP merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, dengan target pembentukan 80.000 koperasi aktif dan sehat di seluruh Indonesia. Gerakan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dari desa sebagai pusat pertumbuhan.
KDMP dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, memperluas akses layanan dasar, dan mendorong kemandirian desa secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar badan usaha, koperasi ini menjadi wahana pemberdayaan masyarakat desa menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Provinsi Jawa Barat telah menyusun peta jalan pengembangan KDMP dalam lima fase strategis:
1. Fase 1 – Pembentukan Kelembagaan Koperasi (hingga Juni 2025)
2. Fase 2 – Penguatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi (TW III 2025)
3. Fase 3 – Penguatan dan Pengembangan Usaha Koperasi (TW IV 2025 – TW III 2026)
4. Fase 4 – Pembentukan Ekosistem Usaha Koperasi (2026 – 2028)
5. Fase 5 – Kemandirian Koperasi (2028 dan seterusnya)
Tahapan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan koperasi tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam semangat kolaborasi lintas sektor, program ini juga didukung oleh BUMN dan lembaga strategis seperti BNI, Mandiri, BRI, Pupuk Indonesia, Pos Indonesia, ID Food, Bulog, Pertamina, Kimia Farma, RSUD, dan Puskesmas, yang berperan penting dalam memperkuat layanan ekonomi dan kesehatan berbasis koperasi.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya program, melainkan gerakan kebangkitan ekonomi rakyat. Dengan kolaborasi strategis dan digitalisasi, koperasi desa akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah bersejarah menuju transformasi ekonomi nasional yang bertumpu pada kekuatan kolektif rakyat desa. Pemerintah meyakini bahwa koperasi desa yang tangguh dan profesional akan menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Mari kita kobarkan semangat Merah Putih.
Dari desa, untuk Indonesia.
Saatnya kita bersama menggerakkan ekonomi rakyat menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama!