Bandung,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen untuk  meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka penguatan KUMKM. Realisasi KUR Jawa Barat pada tahun 2023 mencapai Rp 30,87 triliun atau 11,86% dari Nasional yang mencapai Rp 260,26 triliun. Sedangkan jumlah debitur mencapai 962.099 orang atau 20,73% dari capaian nasional sebanyak 4,64 juta debitur.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi saat membuka “Pembekalan Koordinator dan Tenaga Pendamping KUR Provinsi Jawa Barat tahun 2024” di Bandung, Senin (27/5). 

“Pada tahun Pada tahun 2024 ini kita berkomitmen untuk mendorong seluruh kab./kota di Jabar untuk meningkatkan penyaluran KUR. Realisasi KUR di Provinsi Jawa Barat dari Januari 2024 sampai dengan 30 April 2024 telah mencapai Rp 8,79 triliun yang diberikan kepada 149.602 debitur,” katanya.

Program KUR merupakan amanat UU nomor 20 tahun 2008 untuk menumbuhkan iklim usaha dengan menetapkan peraturan dan kebijakan yang meliputi aspek pendanaan, sehingga pemerintah meluncurkan KUR pada tahun 2007. Program KUR ini diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan.

Kegiatan pembekalan koordinator dan pendamping KUR ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai produk dan prosedur pembiayaan yang tersedia, serta membantu UMKM dalam mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pembiayaan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan antara peserta dengan para ahli dan praktisi yang terlibat. Para peserta diharapkan menjadi fasilitator lembaga keuangan untuk menginformasikan kepada pelaku usaha yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. (ade*)