Bandung – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat bersama Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat menyelenggarakan program Saba Sakola sebagai upaya menanamkan pemahaman perkoperasian kepada generasi muda. Kegiatan kali ini berlangsung di SMA PGRI 1 Bandung, Senin (20/7/2026), dan diikuti oleh para siswa serta tenaga pendidik.

Saba Sakola merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan hari koperasi yang ke-79, program edukasi yang dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai, prinsip, dan manfaat koperasi kepada pelajar sejak dini. Melalui kegiatan ini, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membedakan koperasi yang dikelola sesuai prinsip perkoperasian dengan praktik usaha yang menyalahgunakan nama koperasi.

Pengawas Koperasi Ahli Muda Diskuk Jabar, Saeful Gozali, S.E., mengatakan literasi koperasi perlu diberikan kepada generasi muda agar mereka tidak mudah terjebak pada praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Kita melihat fenomena banyak praktik bukan koperasi yang berkedok koperasi. Mungkin sudah familiar yang disebut dengan rentenir. Ada rentenir yang berkedok koperasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui materi yang disampaikan narasumber, para siswa diharapkan dapat memahami konsep koperasi secara utuh, termasuk manfaat dan prinsip-prinsip yang menjadi landasan gerakan koperasi.

“Nanti Ibu Yuli dari Koperasi Kebal akan meliterasi bagaimana manfaat koperasi dan bagaimana memahami koperasi dengan benar. Jangan sampai adik-adik sekalian terjebak pada praktik-praktik koperasi yang tidak benar,” tambahnya.

Kepala SMA PGRI 1 Bandung, Drs. Muslim Triaji, M.Pd, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79.

“Selamat Hari Koperasi ke-79. Saba Sakola yang sudah hadir di sini, kami mendukung penuh program-program koperasi, terutama untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang perkoperasian. Semoga koperasi Indonesia jaya selalu,” katanya.

Materi edukasi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Yuli Mariani, S.E., Trainer Learning Center KSP Kebal. Dalam paparannya, ia mengulas prinsip dasar koperasi, manfaat berkoperasi, serta pentingnya meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu mengenali dan menghindari praktik-praktik yang mengatasnamakan koperasi namun tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (ZN)