Bandung – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya tata kelola keuangan dan perencanaan bisnis yang matang bagi koperasi desa saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jumat (8/8/2025).
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, Kepala Desa Cileunyi Wetan, serta Ketua KDMP Cileunyi Wetan.
Dalam arahannya, Kartika menegaskan bahwa setiap koperasi harus memiliki proyeksi usaha yang realistis dan terukur sebelum mengajukan pembiayaan.
“Ada dua komponen pinjaman, yaitu untuk investasi—misalnya renovasi, gudang, atau transportasi—dan pinjaman modal kerja. Modal kerja ini harus ada hitungan perdagangannya, bukan asal mengajukan Rp400 juta tanpa perhitungan. Harus jelas stok pupuk berapa, stok beras berapa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengurus koperasi perlu menyusun studi kelayakan usaha meski KDMP merupakan program pemerintah. Langkah ini, kata Kartika, penting agar koperasi dapat menjalankan bisnis dengan proyeksi yang nyata dan mengelola keuangan secara profesional.
“Dalam melaksanakan program ini, pengurus koperasi harus punya proyeksi yang riil, bukan proyeksi kosong. Ini penting agar tata kelola keuangan berjalan baik, dan studi kelayakan usaha tetap harus dibuat,” tegasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan KDMP di Jawa Barat mampu tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (NZ)