BANDUNG - Dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai pusat Modest Fashion dunia, Kementerian KUKM RI menggelar Forum group Discussion (FGD) Sinkronisasi Program Modest Fashion Indonesia antara Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, Asosiasi, dan Institusi fashion, Grand Dafam Braga Bandung, Kamis - Jum’at, 04-05 Juli 2024.
Hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi. RS. Hanung Harimba Rachman, Fungsional Ahli Utama Pengembang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM RI menjelaskan, sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar kedua di dunia dan keanekaragaman wastra dari berbagai daerah, Indonesia memiliki modal yang besar untuk memenangkan kompetisi pasar modest fashion (busana yang sopan dan tertutup) baik di tingkat lokal maupun global.
Hal ini juga didukung oleh pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2021 yang menyatakan bahwa Indonesia berpotensi sebagai pusat industri halal dunia, khususnya industri fesyen. Presiden Indonesia juga memberikan arahan agar Indonesia menjadi pusat modest fashion dunia pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan dari State of Global Islamic Economic Report 2023, tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai USD 2,29 triliun di tahun 2022 yang terserap di sektor makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, perjalanan dan media/rekreasi halal. Tingkat konsumsi tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai USD 3,1 triliun pada tahun hingga 2027 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 4,8%.
Sementara itu, berkaitan dengan sektor fesyen, Indonesia telah menunjukkan perkembangan dan menduduki peringkat ke-3 pada sektor modest fashion. Indonesia perlu memperkuat branding modest fashion Indonesia, melahirkan desainer dan brand yang dikenal baik di tingkat lokal maupun internasional. Dalam rangka road to Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia, pemerintah akan melibatkan seluruh stakeholder modest fashion secara khusus untuk sinkronisasi rangkaian kegiatan dan program terkait modest fashion sebagai upaya mendukung pengembangan ekosistem Modest Fashion.
Maksud dan Tujuan erlaksananya FGD sinkronisasi program terkait modest fashion antar K/L sebagai salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekosistem modest fashion dalam negeri dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Secara umum, tujuan dilakukannya rapat ini sebagai berikut, mengidentifikasi program-program terkait modest fashion yang sudah terlaksanakan maupun yang akan dilaksanakan. Selain itu, mengidentifikasi potensi kerjasama antar K/L dalam membangun ekosistem modest fashion, mengidentifikasi peluang dan tantangan penguatan ekosistem modest fashion dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia (Capital of Modest Fashion). (ade***)