Bandung, - Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data OJK, indeks literasi keuangan nasional pada 2022 hanya mencapai 49,68%, artinya lebih dari separuh masyarakat belum memahami cara mengelola uang secara bijak. Kondisi ini memicu banyaknya kasus pinjaman online ilegal, gaya hidup konsumtif, dan minimnya dana darurat di rumah tangga Indonesia.
Hal tersebut mendorong, Bank bjb meluncurkan program “Tandamata My Goals” sebagai solusi untuk meningkatkan kebiasaan menabung dengan tujuan yang jelas dan terencana. Program ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memiliki fondasi keuangan seperti dana darurat, tabungan pendidikan, hingga rencana investasi, yang semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu.
Hal ini diungkap Maman Rukmana, Pimpinan Cabang Utama Bank BJB pada ‘Sosialisasi Pengelolaan Keuangan’ yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat dibuka Sekretaris Dinas KUK Jawa Barat, Tatang Suryana, di Aula Bung Hatta Dinas KUK Jabar, Senin (7/7).
Maman menjelaskan, menekankan pentingnya membangun mindset dan habit nabung, serta memahami konsep dasar perencanaan finansial: mengelola pendapatan, memisahkan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun alokasi anggaran yang seimbang. Program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki aset produktif, cash flow surplus, dan menghindari beban utang konsumtif yang tinggi.
Melalui pendekatan edukatif dan praktis, Tandamata My Goals membantu nasabah merencanakan keuangan dengan setoran ringan mulai dari Rp100.000. Nasabah dapat menetapkan tujuan keuangan jangka pendek hingga jangka panjang, dan memantau perkembangan tabungannya secara berkala. Program ini sekaligus mengajarkan prinsip dasar keuangan seperti alokasi anggaran, manajemen pengeluaran, dan disiplin investasi.
Bank bjb berharap program ini menjadi bagian dari gerakan nasional literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda dan keluarga produktif. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan, masyarakat tidak hanya terhindar dari krisis finansial, tetapi juga mampu mencapai kebebasan finansial di masa depan. Literasi keuangan adalah pondasi utama menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya. (de)