BANDUNG - Startup koperasi digital untuk pekerja migran Indonesia, Migimo, berhasil menembus seleksi ketat ajang Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2025. Dari 1.471 pelaku ekonomi kreatif yang mendaftar, Migimo lolos ke 50 besar dan terpilih sebagai salah satu dari 38 usaha yang layak mendapat pendanaan investor syariah nasional.
Pencapaian ini diraih setelah Migimo mengikuti rangkaian seleksi dan pitching yang digelar di Holiday Inn Pasteur, Bandung, pada 29-31 Oktober 2025. ICEFF 2025 diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA).
"Kami membangun Migimo agar keuntungan remitansi pekerja migran kembali ke Pekerja Migran Indonesia. Kemenangan ini adalah awal untuk memperluas manfaat ekonomi berbasis komunitas," kata Tata Sugiarta, Founder & CEO Migimo, Sabtu (2/11).
Platform Dual-Service untuk PMI
Migimo mengusung konsep aplikasi pekerja migran Indonesia terintegrasi yang menggabungkan dua layanan utama. Pertama, remitansi lintas negara dengan biaya terjangkau dan sistem aman. Kedua, Unit Modal Penyertaan (UMP) dengan pendapatan harian dan bagi hasil bulanan bagi anggota.
Platform berbasis koperasi ini mengklaim telah membantu 133 Purna Pekerja Migran Indonesia. Migimo menargetkan menghubungkan 86 negara dan memberdayakan 5 juta pahlawan devisa sebagai jembatan pengiriman uang dan membangun bisnis di tanah air.
Dilirik Hasan Venture Capital
Ajang ICEFF 2025 menghadirkan sejumlah lembaga keuangan syariah dan investor nasional, antara lain Bank Syariah Indonesia, Bank BJB Syariah, Hasan Venture Capital, LBS Urun Dana, Pegadaian Syariah, BMT Beringharjo, dan Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq.
Migimo dilaporkan menarik minat Hasan Venture Capital. Model hybrid economy yang menggabungkan teknologi fintech remitansi dengan pemberdayaan berbasis koperasi dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Migimo akan memfollow-up Hasan Venture Capital dan mitra investor lainnya untuk komitmen pembiayaan.
Rencana Pengembangan
Fokus pengembangan Migimo ke depan mencakup tiga aspek utama. Pertama, integrasi Direct QRIS API untuk memperluas kemudahan transaksi digital lintas negara berbasis sistem pembayaran nasional Indonesia.
Kedua, pengembangan Unit Modal Penyertaan untuk pendirian Depo Air Minum Ideal cabang ke-7, 8, dan 9 sebagai unit usaha produktif berbasis komunitas.
Ketiga, pengangkatan perwakilan Migimo di 86 negara penempatan prioritas, terutama di negara yang telah menerapkan QRIS lintas batas (Cross Border QRIS).
Dengan tagline "Connecting Dreams", Migimo berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi pekerja migran dan menjadikan remitansi sebagai sumber investasi berkelanjutan bagi ekonomi umat.
Acara puncak ICEFF 2025 dihadiri pejabat dan perwakilan resmi, di antaranya M. Yanwar Purnahadi (Staf Khusus Menekraf), Anggy Riefky Anugrahpura (Direktur Pengembangan Akses Pembiayaan Kemenekraf), Iendra Sofyan (Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jabar), serta Shindy Purnamasari dan Jaya Setiabudi dari Young Entrepreneur Academy. (NZ)