Bandung – Startup berbasis koperasi pekerja migran, Migimo, berhasil meraih penghargaan "Best Impact & Sustainability" dalam ajang Venture Connect 2025. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas inovasi digital yang menghubungkan impian dan masa depan ekonomi pekerja migran Indonesia di 86 negara penempatan.
Venture Connect 2025 yang diselenggarakan oleh Innovation Factory, Block71, dan Taka Lab ini mempertemukan puluhan startup inovatif. Migimo berhasil menonjol di hadapan panel juri yang terdiri dari Wilton Halim dari Monk's Hill Ventures, Sumarny Elisabeth Manurung dari SPIL Ventures, dan Puja Atlilar dari PT Cipta Daya Inovasi.
Solusi Digital untuk Pahlawan Devisa
Didirikan oleh Tata Sugiarta, seorang purna migran Jepang, Migimo lahir dari keresahan akan sistem keuangan yang belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja migran. Padahal, pekerja migran Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar kedua negara.
"Migimo bukan sekadar aplikasi kirim uang. Kami ingin menciptakan sistem bahwa keuntungan remitansi akan kembali kepada Pekerja Migran Indonesia dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang," ujar Tata Sugiarta, Founder dan CEO Migimo.
Platform ini membangun ekosistem keuangan berbasis koperasi yang memadukan layanan remitansi dengan Unit Modal Penyertaan (UMP), menjangkau lima juta pekerja migran Indonesia di seluruh dunia.
Penilaian Berdasarkan Dampak Nyata
Para juri menilai startup peserta berdasarkan empat kriteria utama: impact potential, scalability, innovation, dan sustainability. Migimo dinilai berhasil mengintegrasikan inklusi keuangan, inovasi sosial, dan pertumbuhan komunitas berkelanjutan dalam satu platform digital.
Venture Connect sendiri merupakan platform kolaborasi startup yang digagas Innovation Factory dan Block71, dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Garuda Spark.
Rencana Ekspansi
Pasca meraih penghargaan ini, Migimo menargetkan perluasan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Di antaranya adalah Road to MoU dengan Kementerian Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), implementasi Direct API QRIS dengan Bank Mandiri, serta rekrutmen perwakilan di 86 negara.
"Kami percaya impact terbaik bukan yang diukur dari angka, tetapi dari keluarga yang pulang lebih kuat secara finansial dan spiritual. Migimo ingin menjadi jembatan menuju itu," tambah Tata.
Dengan tagline "Connecting Dreams", Migimo berkomitmen menjadi pionir gerakan ekonomi migran berkelanjutan di Asia Tenggara, membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. (NZ)