Bandung,- Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat, Yanti Krisyana Dewi Herman menegaskan, Istri ASN disebut tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai sistem pendukung utama yang sering kali tidak terlihat namun sangat berpengaruh terhadap stabilitas emosional dan profesional suaminya.
“Istri ASN itu ibarat sistem penyangga. Ia menciptakan suasana rumah yang nyaman, menjadi tempat curhat, mendidik anak, menjaga citra keluarga, bahkan aktif dalam organisasi dan lingkungan,” tuturnya pada Webinar Pembinaan Istri ASN DWP tema “Peran Istri ASN dalam Membangun Keluarga Berkualitas dan Mendukung Kinerja Suami” secara hybrid, Kamis (31/7).
Acara dipandu sekaligus narasumber oleh psikolog Prita Pratiwi, menghadirkan pemahaman mendalam tentang betapa besar dan kompleksnya peran istri ASN dalam mendukung produktivitas suami di tempat kerja serta menjaga keseimbangan rumah tangga.
Prita juga menyoroti tantangan mental yang kerap dihadapi istri ASN, seperti rasa kewalahan (overwhelmed), sensitivitas emosional, hingga mati rasa (numb). Oleh karena itu, ia mendorong para peserta untuk berani bertanya pada diri sendiri: Apa sebenarnya yang membuat diri bahagia dan hidup?
Ia menawarkan pendekatan pemulihan emosi (emotional stress release) dan menyarankan berbagai aktivitas seperti journaling, olahraga, menulis, hingga menyalurkan hobi sebagai bagian dari proses healing yang sesungguhnya. "Healing bukan hanya pergi ke pantai atau belanja, tapi tentang menghubungkan kembali pikiran, perasaan, dan tubuh," jelasnya.
ita juga menekankan bahwa kebahagiaan orang lain—termasuk suami, anak, atau lingkungan—tidak akan tercapai secara optimal bila energi diri sendiri sudah habis. “Sayang pada diri sendiri bukanlah egois,” katanya.
Sementara Nenden Tatin Maryati, dari BKD Jawa Barat menjelaskan, angka perceraian ASN di lingkungan Pemprov Jawa Barat yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir, dari 56 kasus pada 2021 menjadi 81 kasus pada 2024. Penyebab perceraian terbanyak didominasi oleh perselingkuhan, KDRT, hingga konflik komunikasi yang berkepanjangan. Hal ini menjadi refleksi penting bahwa ketahanan keluarga ASN memegang peranan kunci dalam menjaga integritas dan disiplin pegawai.
Melalui forum ini, DWP Jabar mengajak seluruh istri ASN untuk terus mengambil peran aktif, tidak hanya di dalam rumah tetapi juga dalam mendukung program-program pemerintah, membina komunikasi sehat dalam rumah tangga, serta menguatkan nilai-nilai moral sebagai pondasi bangsa.
“Mengutip kata-kata inspiratif dari B.J. Habibie yang ditampilkan dalam tayangan, “Tanpa Ainun, saya bukan siapa-siapa.” Pernyataan ini menjadi simbol kuatnya pengaruh pasangan dalam menopang kepemimpinan dan pengabdian seorang ASN kepada negara,” tutupnya. (de)