Bandung,- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 Dinas KUK Jawa Barat, mengusung tema “Transformasi Koperasi dan UMKM sebagai Mesin Pencipta Lapangan Kerja menuju Jabar Istimewa”, dilaksanakan secara hybrid di Ruang Publik Dinas KUK Jabar, Kamis (19/2).
Acara dibuka Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, dilanjut dengan penandatanganan Berita Acara serta paparan materi dari Sekda Jabar, Herman Suryatman, Bappeda Provinsi Jabar, Kementerian Koperasi RI, Kementrian UMKM RI.
Yuke mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Ia mengatakan, transformasi koperasi dan UMKM diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari tingginya angka pengangguran hingga pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan data BPS Tahun 2025, jumlah pengangguran di Jawa Barat mencapai 1,78 juta orang, sementara penduduk miskin mencapai 3,55 juta orang atau 6,78 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut menuntut langkah konkret melalui penguatan kelembagaan koperasi, penciptaan wirausaha baru, serta peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Beliau juga menyoroti sejumlah isu strategis, di antaranya ketimpangan pengembangan koperasi antarwilayah, masih tingginya koperasi tidak aktif, dominasi usaha mikro dengan keterbatasan akses pembiayaan dan pasar, serta minimnya usaha kecil dan menengah yang naik kelas secara struktural.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM menetapkan target kinerja 2025–2030, antara lain, peningkatan rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB hingga 3,80 persen pada 2030, Peningkatan proporsi usaha kecil dan menengah serta kenaikan rasio kewirausahaan daerah sebagai indikator penciptaan lapangan kerja tetap.
Program Prioritas 2027 antara lain, pengembangan UMKM, dengan target 3.000 UMKM mengalami peningkatan omzet minimal 15 persen. Pemberdayaan UMKM, dengan target 48 persen UMKM mandiri dalam permodalan, legalitas, dan pemasaran. Serta penguatan Kelembagaan Koperasi, dengan target 81,80 persen koperasi mengalami peningkatan volume usaha.
Selain itu, strategi penurunan pengangguran dilakukan melalui layanan konsultasi usaha dan matching tenaga kerja (target 2.000 tenaga kerja terserap), pelatihan wirausaha baru bagi generasi muda (2.700 wirausaha baru), serta pemberdayaan perempuan dan masyarakat desa berbasis potensi lokal.
Forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem usaha yang terintegrasi, melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan komunitas.
Dinas Koperasi dan Usaha Jawa Barat turut mendukung Program Strategis Nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, guna memperkuat rantai pasok pangan bergizi serta kemandirian ekonomi desa.
Melalui sinergi yang kuat dan intervensi yang terukur, transformasi koperasi dan UMKM diharapkan mampu menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong terwujudnya Jawa Barat yang lebih inklusif dan berdaya saing menuju “Jabar Istimewa”. (ade)