BANDUNG,-100 UMKM Ikuti Workshop IV UMKM Untuk Indonesia dengan tema “Transisi Pemasaran Konvensional ke Digital pada UMKM dan Cara Berjualan Efektif di TikTok Shop” yang digelar Cubic Inkubator Bisnis dan INOTEK bertempat di Aula Bung Hatta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kamis (6/6).

Acara dibuka  Kepala Bidang Usaha Kecil Dinas KUK Jabar, Ucup Yusuf. Pada kesempatan ini menjelaskan, UMKM  menghadapi berbagai kendala diantaranya akses permodalan, pemasaran, SDM, teknologi, perizinan. Banyak UMKM mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan formal seperti bank. Hal ini disebabkan oleh kurangnya jaminan atau agunan yang dimiliki oleh UMKM dan prosedur yang rumit untuk mendapatkan pinjaman.

UMKM seringkali kesulitan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun internasional. Keterbatasan dalam pemasaran dan distribusi menjadi hambatan utama. Banyak pelaku UMKM yang masih kurang dalam hal pengetahuan bisnis, manajemen, dan teknologi. Hal ini membuat mereka sulit untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usahanya.

Prosedur perizinan dan regulasi yang rumit dan berbelit-belit seringkali menjadi hambatan bagi UMKM untuk beroperasi secara legal dan formal. UMKM seringkali harus bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah atau kualitasnya lebih baik, sehingga mereka sulit untuk mempertahankan pangsa pasar.

Untuk pendampingan bagi UMKM sangat penting. Dinas KUK Jabar pada tahun 2024 melakukan pendampingan bagi UMKM. Dukungan ini bisa berupa pelatihan, konsultasi bisnis, atau bantuan teknis serta penyederhanaan regulasi dan birokrasi. Selain itu, meningkatkan infrastruktur dan akses pasar juga sangat penting untuk mendukung perkembangan UMKM di Jawa Barat.

Cubic Inkubator Bisnis dan INOTEK merupakan inkubator bisnis yang berfokus untuk mengembangkan dan membina startup berbasis teknologi, UMKM serta Koperasi. Saat ini Cubic Inkubator bersinergi dengan INOTEK menjalankan program UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2024. 

Program ini merupakan kolaborasi INOTEK dengan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah payung Sampoerna Untuk Indonesia yang bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan UMKM Indonesia.  (ade*)