Bandung,- Pada era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, strategi pemasaran dan branding menjadi kunci utama dalam kesuksesan suatu usaha, terutama bagi para pelaku usaha mikro. Untuk itu peningkatan kapasitas SDM di bidang stratego pemasaran dan branding menjadi sangat penting.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik pada Garsadi “Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Berbasis Kompetensi di bidang Strategi Pemasaran dan Branding” digelar Deputi Bidang Usaha Mikro c.q Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro , Kemenkop dan UKM RI, bertempat Ivory Hotel Bandung, Kota Bandung, 24-27 April 2024.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pelaku usaha mikro dalam melaksanakan strategi pemasaran dan branding sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemasaran oleh para pelaku usaha mikro, serta dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga sebagai bentuk upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Bidang KUMKM.
Peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas KUK sebagai pembina KUMKM adalah menghidupkan sebuah ekosistem bisnis yang saling terkait dan memiliki multiplier effect bagi para pelaku usaha. Serta turut dalam peningkatan kapasitas para pelaku UMKM.
Sebaran jumlah UMKM Jawa Barat sendiri berdasarkan hasil Pendataan Lengkap KUMKM (PL KUMKM) tahun 2022 yakni sebanyak 1.465.550 UMKM (satudata.kemenkopukm.go.id). Ini menunjukan sebuah potensi dan tantangan yang besar dalam pengembangan UMKM.
Melalui kegiatan ini, meningkatkan kapasitas usaha mikro berbasis kompetensi di bidang strategi pemasaran dan branding menjadi sangat penting dalam upaya untuk dapat menaikan skala usaha atau naik kelas. Adalah penting sebagai pelaku usaha untuk memahami dasar-dasar strategi pemasaran. Pemahaman tentang konsep dasar seperti segmentasi pasar, targeting, dan positioning, serta elemen-elemen pemasaran lainnya seperti produk, harga, distribusi, dan promosi (marketing mix).
Pengusaha mikro juga harus mampu menganalisis pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan potensial mereka. Ini termasuk analisis pesaing, tren industri, serta identifikasi peluang dan ancaman di pasar. Pemahaman tentang branding adalah salah satu aspek penting dalam membangun citra dan identitas bisnis. Para pelaku usaha harus memiliki kapasitas bagaimana membangun dan memelihara citra merek yang kuat.
Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai strategi pemasaran dan branding yang efektif dan terkini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep tersebut, diharapkan para peserta dapat mengoptimalkan potensi bisnisnya, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memperkuat citra dan identitas merek dari produknya. (ade*)