Bandung,- Program Onboarding UMKM Potensial Bank Indonesia Jawa Barat 2024 kembali digelar, setelah melalui proses seleksi ketat dan kurasi offline bersama mentor praktisi, dari 574 pendaftar, terdapat 30 peserta UMKM wilayah Jawa Barat yang terpilih. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan fasilitas yakni Pelatihan Offline Digital Marketing selama 2 hari dan Pendampingan Online selama 2 bulan.
Pembukaan Onboarding UMKM Potensial BI Jabar 2024 dilaksanakan Senin (20/5) hadir memberikan sambutan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi. Kegiatan "Onboarding UMKM" merupakan salah satu komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional melalui penguatan strategi kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan digital.
Menurutnya yang dilatih merupakan UMKM yang bergerak di berbagai jenis produk kerajinan hingga kuliner untuk mendapatkan edukasi terkait pemanfaatan platform digital "marketplace". Termasuk untuk transaksi pembayaran maupun pencatatan transaksi penjualan. Dan tujuan utamanya program ini yaitu untuk pengembangan produk unggulan daerah.
"Onboarding UMKM" merupakan proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai penjual di pasar daring dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis.
Bank Indonesia memfasilitasi pelatihan dan pendampingan untuk UMKM binaan dan mitra agar dapat "onboarding" pada marketplace atau menggunakan media sosial dalam strategi pemasarannya.
Kepala Dinas KUK Jabar mengatakan, jumlah UMKM yang terhubung dengan platform digital pada tahun 2023 sekitar 76.03 % atau 22,81 juta. Pada tahun 2024 jumlah UMKM yang terhubung dengan platform digital ditargetkan mencapai 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital.
“Penerapan teknologi informasi menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan lagi oleh UMKM. Penerapan digitalisasi dengan harapan menjadikan pengembangan bisnis e-commerce atau pemasaran digital untuk UMKM dengan tujuan untuk meningkatkan omzet UMKM,” katanya.
UMKM harus mampu bersaing di pasar internasional oleh karena itu ini menjadi tugas bersama pemerintah dan stakeholder lainnya untuk memikirkan bagaimana meningkatkan indeks digital UMKM.
Upaya-upaya untuk menuju ke arah digitalisasi bagi KUMKM telah coba dilakukan pemerintah Jabar diantaranya menjalin kerja sama dengan pemegang brand m-biz, terkait pemanfaatan mbizmarket.co.id sebagai platform e-marketplace untuk belanja atau pengadaan barang/jasa. Tidak hanya itu pemerintah Jabar juga membuat MoU dengan banyak platform-platform digital seperti blibli yang menjadi sebuah jendela kolaborasi untuk menuju ke arah digitalisasi bagi UMKM. (ade)*