Bandung,- Sosialisasi Pendamping UMKM dibuka Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil  Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi di Hotel Grand Sinshine Resort, Senin (29/4). Kegiatan diikuti 150 pendamping UMKM dan 27 Korda Pendamping UMKM. 

Taufik dalam sambutannya menegaskan, Dinas KUK Jabar sebagai Gubernurnya UMKM Jabar akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi UMKM. Untuk itu, pihaknya telah membangun Singakota, website dan teras Singakota dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal bagi UMKM secara offline maupun online.

Dinas KUK akan menjadi  HUB untuk menghasilkan big data yang akurat bagi pelaku UMKM dan masyarakat luas. Pengembangan KUMKM Jabar akan dibangun melalui ekosistem bisnis UMKM. 

Kita sudah punya data 1,6 juta hasil PL KUMKM Kemenkop UKM. Kita akan meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi untuk membina KUKM yang jumlah mencapai jutaan. 

Pada kesempatan ini akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan  Kemenkum HAM (Andi Taletting Langi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jabar), AMA( Sudarto, Ketua AMA Chapter Bandung), LPKIA (Bertha Musty, Rektor), Telkomsel, Universitas Bani Saleh, Institus Bisnis dan Informatika Kesatuan Bogor (Firdaus Amyar, Wakil Rektor I) , Universitas Bhakti Kencana, Grab.

"Kita berharap kedepannya, kita akan terus melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan semua pihak mulai pentahelix seperti PTN/S, komunitas bisnis serta terkait lainnya, pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota lainnya. Kita tahu jumlah KUMKM sangat banyak dan membutuhkan pembinaan dari kita. Kalau tidak berkolaborasi akan sulit kita," jelasnya. 

Sosialisasi itu dilanjutkan dengan Kick Off UMKM Juara 2024 ditandai dengan secara simbolis pemberian dan pemakaian jaket pendamping UMKM Juara oleh Kepala Dinas KUK Jabar. (Ade)