BANDUNG,- Sebanyak 20 pelaku UMKM coklat Provinsi Jawa Tengah melakukan Bimbingan Teknis dan PKL ke UMKM Olahan Coklat Jawa Barat mulai 10-14 Juni 2024. Selama di Jawa Barat mereka akan mengunjungi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, pelaku UMKM olahan coklat di Kota Bandung, Sumedang dan Ciwidey.

Para pelaku UMKM olahan Coklat Jateng didampingi Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Dinas KUKM Provinsi Jawa Tengah, Jani Sugiarti, Pendamping UMKM CCT Surakarta Prof Sri Mulato beserta tim melakukan kunjungan ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dan diterima Sekretaris Dinas KUK Jabar Tatang Suryana, di aula Bung Hatta Bandung, Selasa (11/6).

Menurut Prof Sri Mulato, dipilihnya Jabar sebab cukup banyak pelaku UMKM olahan coklat di Jabar. Uniknya, kebanyakan UMKM adalah wanita. Sedangkan di Jateng lebih banyak UMKM laki-laki. Sementara Joko Supriyanto selaku analis bimbingan usaha Dinas KUKM Jateng melihat, pontensi pelaku UMKM Coklat di Jawa Barat cukup bagus. Untuk itu dalam rangka pengembangan olahan coklat di Jateng, kita melakukan kegiatan bimtek ini.

Tujuan agar UMKM Jateng semakin berkembang dan berdaya saing di pasar local dan global. Sementara Jani Sugiarto, Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Dinas KUKM Jateng mengatakan, 20 pelaku UMKM yang ikut Bimtek dan PKL UMKM olahan Coklat ke Jabar ini merupakan hasil pendaftaran dan seleksi yang dilakukan secara online.

Sementara Tatang Suryana mengatakan, kegiatan Dinas KUK Jabar hampir sama dengan Dinas KUKM Jateng, serta memiliki pola-pola pembinaan yang hampir sama. Namun akibat covid lalu, kita masih dalam pemulihan dan berdampak pada pengurangan pendapatan hingga Rp 10 triliun.

“Hal ini berdampak pula pada kegiatan dan program pelatihan dan pendampingan di Dinas KUK Jabar. Untuk itu, kita berkolaborasi dan bersinergi dengan Kabupaten/ kota untuk meningkatkan pelatihan dan pendampingan bagi KUMKM. Selain itu, mendorong stakeholder terkait untuk bahu membahu agar program pembinaan bagi KUMKM di Jabar terus berkembang,” kata Tatang.

Di Jabar ada sekitar 12 perangkat daerah yang berkolaborasi dalam pengembangan KUMKM di Jabar. Selain itu, Dinas KUK juga melakukan kolaborasi dengan stakeholder terkait untuk pembinaan KUMKM seperti Bank Indonesia, Bank BJB, BRI, Pegadaian, The Lokal Enabler, Cube Incubator, Unpad, ITB, Ninja Expres, M. DIY, PIP dan lainnya. Pemprov Jabar dorong UMKM Jabar go internasional dan go digital. (ade*)