Bandung,- Dalam upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat menembus pasar global, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan FTA Support Center Kementerian Perdagangan RI untuk melakukan kurasi produk UMKM ekspor, di Ruang Publik Dinas KUK Jawa Barat, Selasa (29/7).
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas KUK Jabar, M. Danny Fulton, kegiatan pembukaan Kurasi UMK Potensi Ekpor dan Bermitra dengan Pelaku Menengah dan Besar, diikuti sebanyak 270 pelaku UMKM di Jawa Barat secara hybrid, hadir sebanyak 50 orang secara offline. Pelaku UMKM yang sekarang daring akan dilakukan kurasi secara offline, secara bertahap.
Sementara Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina Ketika membuka acara ini mengatakan, kegiatan kurasi ini bertujuan untuk memilih dan membina UMKM yang memiliki potensi ekspor melalui pendampingan teknis, peningkatan kualitas produk, sertifikasi, serta pemahaman terkait pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA).
Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah konkret Pemprov Jawa Barat dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM lokal. “Jawa Barat memiliki banyak produk unggulan yang layak ekspor, mulai dari makanan olahan, fesyen, hingga kerajinan. Dengan fasilitasi dari FTA Support Center, UMKM akan lebih siap dan percaya diri memasuki pasar internasional,” ujarnya.
FTA Support Center sendiri memberikan dukungan dalam bentuk sosialisasi peluang pasar melalui FTA, pelatihan pemenuhan standar ekspor, serta pendampingan dalam memanfaatkan fasilitas perdagangan internasional seperti tarif preferensial dan skema kerja sama antar negara.
Program kurasi ini juga menjadi bagian dari inisiatif “UMKM Naik Kelas” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong transformasi UMKM dari skala lokal menuju pasar global.
Kurasi produk ekspor ini akan berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dari seleksi administrasi, asesmen kelayakan produk, hingga pendampingan langsung oleh para ahli ekspor. Dari 270 pelaku UMKM yang mengikuti kurasi nantinya dipilih 100 UMKM.
Pelaku UMKM terkurasi ini nantinya siap kita mitrakan dengan perusahaan besar. Bahkan kedepannya sangat dimungkinkan pelaku UMKM akan mendapatkan pengembangan kemasan dan branding berstandar global.
Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak UMKM Jawa Barat yang mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (de)