Di tengah hiruk-pikuk Area Parkir 23 Paskal Shopping Center, sesuatu yang menarik sedang terjadi. Bukan karena diskon besar-besaran, bukan pula karena artis datang berkunjung. Melainkan karena energi kolaborasi yang tanpa disadari mengubah stan pameran menjadi magnet pengunjung.

Ini kisah tentang Uci Sunarsih, pemilik Mister Jenky dari Indramayu, yang menemukan lebih dari sekadar transaksi di Jabar Rise Expo 2025.

Siang itu, Uci bertemu dengan Ibu Anita Sabyan dari Bogor di Stand Kemitraan Nomor 2. Bukan pertemuan yang dirancang, bukan pula janji yang dijadwalkan. Hanya dua pelaku UMKM yang kebetulan berdampingan dalam satu stand.

"Saya langsung merasakan beliau membawa energi yang berbeda," kenang Uci. "Ada aura positif yang kuat. Tanpa kami sadari, obrolan kami menciptakan ruang komunikasi yang menarik perhatian. Orang-orang yang lewat mulai melirik, lalu berhenti, dan akhirnya mampir."

Yang terjadi selanjutnya di luar dugaan. Pengunjung yang tadinya sekadar lewat, berubah menjadi pembeli. Satu per satu produk mulai berpindah tangan.

"Dahsyat," kata Uci sambil tersenyum. "Dalam dua jam, transaksi kami tembus hampir dua juta rupiah."

Tapi bagi Uci, angka transaksi bukan yang paling berkesan. Yang membekas adalah bagaimana kolaborasi spontan itu menciptakan energi baru.

"Kami saling menyemangati. Bu Anita dengan caranya, saya dengan cara saya. Kami saling melengkapi dalam menyapa pengunjung, menjelaskan keunggulan produk, bahkan saling membantu ketika stan mulai ramai," tutur Uci.

Di tengah keramaian itu, Uci juga bertemu dengan CEO Abah Apud. Dalam obrolan singkat, terjalin kesepakatan untuk memasarkan Mister Jenky di wilayah Bandung.

"Ini yang saya maksud dengan ruang bertumbuh," ujar Uci. "Kita datang dengan harapan bisa jualan, tapi pulang dengan mitra baru dan jaringan yang meluas."

Kisah Uci mengingatkan kita bahwa kolaborasi tidak harus selalu dengan perusahaan besar atau investor asing. Kadang, kekuatan terbesar justru datang dari sesama pelaku UMKM yang saling mendukung.

Bu Anita dari Bogor, Uci dari Indramayu, Abah Apud dari Bandung—mereka adalah bukti bahwa UMKM bisa tumbuh dengan saling memasarkan produk di wilayah masing-masing. Jaringan tidak dibeli, tapi dibangun dari kepercayaan dan saling membantu.

Jabar Rise Expo 2025 yang diselenggarakan Diskuk Jabar pada 12-14 Desember memang dirancang untuk itu. Bukan hanya sekadar pameran produk, tapi ruang bertemu, bertukar cerita, dan menemukan mitra strategis. Dari 312 UMKM yang hadir, berapa banyak kisah kolaborasi seperti ini yang lahir?

"Terima kasih Diskuk Jabar," kata Uci di akhir obrolan. "Kalian sudah memberikan kami ruang untuk berkembang, untuk melesat, dan yang terpenting - untuk menemukan teman seperjuangan yang bisa jadi mitra strategis."

Jabar Rise Expo 2025 memang bukan sekadar ajang pameran. Dengan rangkaian acara mulai dari business matching, awarding, hingga hiburan rakyat dan perlombaan, expo ini menjadi ekosistem lengkap bagi UMKM untuk tumbuh.

Tapi yang paling berharga tetaplah momen-momen seperti yang dialami Uci - ketika dua jam di sebuah stand mengubah cara pandang tentang berkembang. Bahwa kadang, mimpi-mimpi besar dimulai dari obrolan sederhana dengan sesama pelaku UMKM di stand sebelah.

 

Dan itulah yang membuat Jabar Rise Expo berbeda, bukan hanya tentang berapa banyak produk terjual, tapi tentang berapa banyak kolaborasi yang tercipta.