Karawang – Program Gerakan Legalitas 1.000 Merek Gratis (GELEGAR) kolaborasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Hukum yang juga menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. Sosialisasi Gelegar di Kabupaten Karwang dilaksanakan Rabu (30/7) dengan narasumber Aditya Amarullah, JF Analis KI Muda Kemenkum.
Program Gelegar ini memberikan fasilitas pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa merek dagang secara gratis kepada 1.000 UMKM di seluruh Jabar, termasuk Karawang, sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing dan perlindungan hukum usaha.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas KUK Jabar dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian RI, serta didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang. Pelaksanaan GELEGAR berlangsung sepanjang April hingga November 2025, melalui tahapan sosialisasi, pendaftaran, verifikasi, hingga pengajuan resmi ke DJKI.
GELEGAR merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM. Kami ingin memastikan bahwa produk-produk lokal Karawang memiliki perlindungan hukum dan identitas merek yang kuat, sehingga mampu bersaing di pasar lebih luas.
Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang menyampaikan antusiasme pelaku UMKM Karawang sangat tinggi terhadap program ini. Pihaknya telah menyiapkan layanan Klinik Konsultasi UMKM sebagai tempat pendampingan teknis dan edukasi terkait manfaat serta tata cara pendaftaran merek. Ini menjadi solusi nyata untuk menghindari pembajakan merek yang kerap terjadi.
Dengan mendaftarkan merek usahanya, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan perlindungan hukum, tetapi juga memiliki nilai tambah terhadap brand, kepercayaan pasar, dan potensi ekspansi usaha ke pasar nasional maupun global.
Adapun proses pendaftaran tidak dipungut biaya apapun alias gratis, selama peserta memenuhi syarat dan masuk dalam kuota penerima fasilitasi yang telah ditentukan. Untuk informasi dan pendaftaran, pelaku UMKM Karawang dapat mengakses langsung melalui Dinas Koperasi dan UKM setempat. (de)