Bandung - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Inkubator Bisnis CUBIC dan Bandung Techno Park (BTP) Universitas Telkom Bandung resmi menggelar Kick Off Program Delta Inkubator 2026, yang diikuti 100 tenant/UMKM binaan Diskuk Jabar yang telah lolos tahap pra-inkubasi, digelar di Aula Bung Hatta Dinas KUK Jabar dan Bandung Techno Park (BTP) Universitas Telkom, Kota Bandung, Selasa (12/5).
Plh Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Ambar Triwidodo dalam sambutan yang disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil, Moch Danny Fulton mengatakan, kegiatan Kick off Inkubasi Bisnis Delta Inkubator 2026 sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mendorong UMKM Jawa Barat agar mampu naik kelas, lebih inovatif, serta berdaya saing tinggi.
Pada kesempatan ini ditandatangani Nota Kerjasama Inkubasi Bisnis antara Dinas KUK Jabar dengan Lembaga Inkubator Bisnis CUBIC dan Bandung Techno Park (BTP) Universitas Telkom Bandung.
Menurutnya, Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan. 100 tenant mengikuti program ini dan terbagi ke dalam dua kelas inkubasi, masing-masing 50 tenant dibina oleh CUBIC dan 50 tenant lainnya dibina oleh BTP.
Program Delta Inkubator 2026 dirancang untuk memberikan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM, mulai dari penguatan model bisnis, peningkatan kapasitas usaha, pengembangan produk, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar dan jejaring bisnis. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Danny menjelaskan, sinergi antara pemerintah, lembaga inkubator, akademisi, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif. Berdasarkan hasil survei terhadap peserta inkubasi, mayoritas tenant yang mengikuti program merupakan pelaku usaha aktif dengan potensi pertumbuhan yang besar. Sebanyak 57,4 persen peserta merupakan wirausaha perempuan, sementara sebagian besar usaha bergerak pada sektor makanan dan minuman, fesyen, kriya, serta industri kreatif lainnya.
Selain pendampingan intensif, peserta juga akan memperoleh berbagai fasilitas pengembangan usaha seperti mentoring bisnis, konsultasi bersama praktisi, business matching, pitching bisnis, hingga kesempatan mengikuti pameran dan temu bisnis berskala nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk apresiasi, 10 tenant terbaik nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) serta berbagai agenda promosi dan temu bisnis lainnya. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Jawa Barat di pasar global.
Melalui Program Delta Inkubator 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lahir lebih banyak UMKM unggulan yang tangguh, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja di Jawa Barat. (ade)