Bandung,- Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2025 yang jatuh pada 12 Agustus, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUKM) Kota Bandung, UMKM Naik Kelas Kota Bandung, serta Bank BJB, menggelar Pelatihan Transformasi Bisnis: Keuangan dan Pemasaran Digital.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Publik Dinas KUK Provinsi Jawa Barat ini diikuti oleh 100 peserta dari UMKM Naik Kelas Kota Bandung. Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Dinas KUKM Kota Bandung, Dedy Kurniawan.

Menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, di antaranya Auliya Agung Pratama selaku Manager Sentra UMKM Bank BJB, serta Kemal Arigi Sadikin, CEO JKT Hub, pelatihan ini membekali para pelaku UMKM dengan wawasan pengelolaan keuangan yang efektif serta strategi pemasaran digital yang relevan di era transformasi bisnis.

Moch. Danny Fulton menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah dan nasional. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif dengan memanfaatkan teknologi dan strategi keuangan yang tepat,” ujarnya.

Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus mendorong UMKM naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Auliya Agung Pratama, Manager Sentra UMKM Bank BJB, yang membahas pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat bagi keberlangsungan usaha. Materi yang disampaikan mencakup strategi pencatatan keuangan sederhana namun efektif, manajemen arus kas, perencanaan modal, hingga akses pembiayaan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Auliya juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar pelaku UMKM dapat menghindari risiko keuangan yang tidak perlu.

Auliya juga menjelaskan, Aplikasi siApik. SiApik adalah singkatan dari Aplikasi Akuntansi untuk UMKM yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Fungsinya untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam mencatat transaksi keuangan secara digital (pemasukan, pengeluaran, dan saldo kas).

Selain itu, membuat laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi, arus kas, dan neraca, mengelola stok barang dan memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan perbankan, karena laporan yang dihasilkan sudah sesuai standar akuntansi sederhana.

“Aplikasi ini gratis dan bisa diunduh di Google Play Store maupun App Store. Tujuannya supaya UMKM bisa lebih tertib administrasi, meningkatkan literasi keuangan, dan siap naik kelas,” katanya.

Kemal Arigi Sadikin, CEO JKT Hub, yang mengupas strategi pemasaran digital di era transformasi bisnis. Peserta dibekali dengan teknik membangun merek (branding) yang kuat, optimalisasi media sosial untuk promosi produk, pemanfaatan marketplace dan e-commerce, hingga penerapan content marketing yang menarik dan sesuai target pasar. Kemal juga memberikan tips praktis membuat konten digital yang kreatif dan efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas.

 

Melalui kombinasi materi keuangan dan pemasaran digital ini, pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. (de)