Bandung – Penguatan kapasitas dan kemandirian perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat.

Hal tersebut menjadi fokus dalam Program Inkubasi Bisnis “Perempuan Berdaya” 2026 yang digelar di Aula Bung Hatta, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Program ini diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Indung Kreatif Indonesia (YRIKI) berkolaborasi dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas, kemandirian, dan daya saing perempuan pelaku UMKM sekaligus membangun jejaring pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat secara lebih luas.

Program Inkubasi Bisnis “Perempuan Berdaya” tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan menjalankan usaha. Peserta juga diarahkan untuk memperkuat berbagai aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnis, mulai dari literasi dan inklusi keuangan, legalitas usaha, digitalisasi, pengembangan produk, akses pasar, akses pembiayaan, hingga penguatan jejaring kolaborasi.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, mengatakan pelaku UMKM perlu memiliki keberanian untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan mengembangkan kemampuan.

“Jangan takut untuk berinovasi. Jangan takut untuk mencoba hal baru. Dan yang tidak kalah penting, jangan berhenti belajar,” ujar Danny.

Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab berbagai kebutuhan pelaku usaha, sehingga kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini harus terus diperkuat dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM di Jawa Barat,” katanya.

Melalui program ini, perempuan pelaku UMKM diharapkan tidak hanya semakin mampu mengelola usaha secara mandiri, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengembangkan bisnis, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta membangun jejaring usaha. (zn)