BANDUNG,- Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi menjadi Narasumber pada Sosialisasi Adopsi Teknologi Digital Logistik : Solusi Cold Chain Logistic di Bandung Raya, di Bandung, Kamis (20/6).

Menurutnya, UMKM mempunyai peranan yang besar bagi perekonomian nasional dalam bentuk tingginya sumbangan UMKM bagi pembentukan produk domestik bruto, penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada pengurangan pengangguran. 

Jawa Barat memiliki jumlah UMKM sebanyak 4,63 juta didominasi usaha mikro sebesar 85,02%, disusul oleh usaha kecil sebesar 13,60% dan usaha menengah besar sebesar 1,38%. Tercatat dari 14.926 jumlah UMKM binaan provinsi Jawa Barat jumlah terbesar yaitu kategori usaha makanan mencapai 7.446 UMKM, disusul kategori kuliner sebanyak 2.240 UMKM jumlah ini mendominasi. 

Oleh karena itu patut berbangga karena telah berkontribusi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat. Selain itu, UMKM pun mempunyai permasalahan salah satunya akses pemasaran. Dalam era digital saat ini, ekonomi digital berkembang dengan sangat cepat, para umkm dituntut untuk bertransformasi digital untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya. 

Dengan digitalisasi umkm diberikan banyak manfaat diantaranya membantu pemasaran produk, mempermudah transaksi dan pencatatan keuangan melalui penggunaan platform pembayaran digital, meningkatkan akses pasar dan pelatihan pengembangan usaha juga termasuk mempermudah dari sisi logistik untuk delivery maupun distribusi produk ke pelanggan. 

Bagi pelaku usaha umkm di bidang food and beverage seperti minuman, makanan ringan atau frozen food, baik yang tahan lama ataupun yang tidak tahan lama yang saat ini sedang berkembang, sangat membutuhkan dukungan adopsi teknologi digital logistik.

" Dengan adanya kegiatan sosialisasi adopsi teknologi digital logistik ini, diharapkan UMKM Jawa Jarat khususnya yang diwakili kurang lebih 150 umkm Jawa Barat yang hadir saat ini, menjadi salah satu upaya dukungan fasilitasi dari pemerintah guna menaikkan kelas", katanya. (Ade*)