BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan melakukan kunjungan kerja ke PT IFA Abdul Rozaq sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam pengembangan koperasi serta UMKM di Jawa Barat.

Kunjungan ke kantor produksi PT IFA Abdul Rozaq, di Jl. Jendral Sudirman No.668 Kota Bandung, Kamis (10/7).  Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi pula Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, Kepala Bidang Pengembangan  Usaha Kecil Dinas KUK Jawa Barat, Danny Fulton.

Erwan disambut langsung oleh jajaran manajemen PT IFA Abdul Rozaq dan diajak meninjau proses produksi serta fasilitas usaha. Beliau mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk serta keterlibatan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kita ingin mendorong agar pelaku usaha di Jawa Barat terus berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja lokal, serta menjadi mitra strategis dalam mendorong UMKM naik kelas,” ujar Wakil Gubernur.

Selain peninjauan fasilitas, Wakil Gubernur juga berdialog dengan para pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem bisnis PT IFA Abdul Rozaq. Mereka menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi, terutama terkait digitalisasi dan pengembangan SDM.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM Jawa Barat, sejalan dengan misi pemerintah provinsi dalam menciptakan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.

PT IFA Abdul Rozaq PT IFA Abdul Rozaq bergerak di industri digital printing dan sublime kain, memproduksi aneka produk seperti jersey, hijab, mukena, fashion, dan bahan tekstil lainnya.

Wakil Gubernur mendorong industri digital printing dan konveksi di Kota Bandung untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. “Pemdaprov mendorong perluasan ekspor agar industri fesyen Jabar mampu menembus pasar global, tidak hanya nasional dan Asia,” ujar Erwan

PT IFA Abdul Rozaq dinilai mampu menjadi model usaha yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal, dan siap bersaing di pasar nasional maupun internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menjalin komunikasi dengan dunia usaha sebagai mitra dalam misi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (de)