Tasikmalaya,— Pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya memberikan dukungan penuh terhadap penguatan peran pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya program UMKM Naik Kelas yang dirancang Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.
Terbukti Waki Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi secara resmi membuka Kick Off UMKM Naik Kelas dan Literasi Keuangan Bagi UMKM Nail Kelas bertempat di Pendopo Baru Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (22/7). Hadir pada kesempatan ini Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas KUK Jabar, Moch. Danny Fulton, Korda Pendamping dan Pendamping UMKM Naik Kelas Kabupaten Tasikmalaya, pelaku UMKM, Bank BJB dan tamu undangan lainnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, daya saing, dan akses terhadap pasar serta pembiayaan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pendamping profesional.
“Kita tidak bisa membiarkan UMKM berjalan sendiri. Pemerintah hadir untuk mendorong mereka naik kelas, mulai dari akses perizinan, literasi keuangan, digitalisasi pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk,” ujarnya.
Program UMKM Naik Kelas di Kabupaten Tasikmalaya dengan pendampingan intensif kepada para pelaku usaha mikro dan kecil dari berbagai sektor. Pendampingan ini mencakup pelatihan manajemen usaha, sertifikasi produk, strategi pemasaran digital, hingga fasilitasi kemitraan usaha.
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan akan tumbuh UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, dalam sambutan yang disampaikan M. Danny Fulton mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, terutama dalam pembentukan PDB dan penyerapan tenaga kerja. Di Jawa Barat, terdapat 4,63 juta UMKM yang didominasi oleh usaha mikro (85,02%).
Namun, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti akses terhadap perizinan, pembiayaan, pemasaran, dan kemitraan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program UMKM Naik Kelas yakni pendampingan UMKM Naik Kelas sebagai upaya sistematis mendorong UMKM naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan.
Program tahun 2025 ini mengusung konsep pendampingan berbasis ekosistem dengan pendekatan Pemetaan ekosistem UMKM di daerah. Selanjutnya, identifikasi dan sinergi para pemangku kepentingan (stakeholder). Pendampingan multi-pihak dan berbasis teknologi, Pelatihan keterampilan bisnis dan digital serta Pengembangan jejaring pasar dan kemitraan, Monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan.
Target pendampingan mencakup 3.000 UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan dukungan 150 pendamping dan 27 koordinator daerah selama enam bulan. Pendekatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kuat dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pada akhir sambutan, Kepala Dinas mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Tasikmalaya dan seluruh mitra yang terlibat, serta berharap kegiatan ini menjadi semangat awal menuju UMKM yang naik kelas dan berdaya saing tinggi. (de)