Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jabar membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terhubung dengan industri besar. Upaya ini dilakukan melalui Workshop Kemitraan bagi UMKM melalui Rantai Pasok dan Penguatan Permodalan yang digelar di Ruang Publik Diskuk Jabar, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang diikuti UMKM binaan ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat posisi UMKM di ekosistem ekonomi, khususnya dalam rantai pasok industri yang lebih terstruktur.

Plh. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ambar Triwidodo, mengatakan pengembangan UMKM tidak bisa berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diikuti dengan langkah nyata yang berdampak langsung.

“Kalau kita bicara UMKM tidak cukup melalui workshop, tidak cukup melalui seminar, tapi harus ada aksi nyata. Ini salah satu upaya nyata kami agar pelaku UMKM mendapatkan manfaat dan membuka wawasan baru,” ujarnya.

Ia menilai, peluang kemitraan bagi UMKM di Jawa Barat terbuka lebar. Dari total 196 kawasan industri di Indonesia, sebanyak 36 berada di Jawa Barat. Kondisi ini dinilai menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal.

Ambar juga menyinggung regulasi dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang mewajibkan industri besar untuk bermitra dengan UMKM. Menurutnya, kemitraan menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita butuh pasokan bahan baku, akses pemasaran, hingga jaringan distribusi yang lebih modern. Karena itu kemitraan harus saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling menguntungkan,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat yang mengulas peluang masuk ke ritel modern, perbankan dari PT BTN Kantor Cabang Bandung yang memaparkan akses pembiayaan, serta pelaku usaha yang berbagi pengalaman membangun kemitraan bisnis.

Selain memperluas jaringan usaha, kegiatan ini juga diharapkan membuka akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM, sehingga pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Melalui skema kemitraan yang lebih terarah, UMKM di Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok industri nasional. *zn